Romantic Island Adventure, Kepulauan Seribu



Mengukir kenangan bersama orang terkasih menjadi satu momentum yang patut dirayakan. Kali ini saya ikut sebuah event bertajuk Romantic Island Adventure yang diadakan bertepatan dengan hari mengenang kasih sayang atau lazim disebut sebagai Valentine's Day...

Event ini mengambil tempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Khusus untuk acara ini, pemberangkatan peserta dimulai dari Marina Ancol menggunakan speed boat, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit untuk sampai ke pulau.





Sesampai di lokasi, kami disambut oleh panitia yang telah menyiapkan karangan bunga "lei" dan welcome drinks. Sambil melakukan registrasi dan pembagian kamar, peserta dihibur dengan alunan lagu romantis yang senantiasa berkumandang dan feel free to selfie di depan giant banner acara spesial ini.




Setelah semua mendapat kamar masing masing, dimana setiap homestay terdiri atas 2-3 orang, peserta bersiap-siap untuk makan siang. Makan siang, bercanda tawa dan saling mengenal satu sama lain sambil beristirahat hingga jam 1 siang kami bersiap untuk snorkeling.




Cuaca kali ini masih terpengaruh dengan awan yang cukup tebal sehingga matahari tak terlalu terlihat. Menuju spot snorkeling kami melalui beberapa pulau yang cantik namun tak berpenghuni dan sampailah pada tujuan pertama, Pulau Semak Daun.




Camping adalah tujuan utama bagi pengunjung yang menginap di Pulau Semak Daun ini. Dengan hamparan pasir putih dan pepohonan yang tertata cantik membuat kegiatan menginap dengan tenda menjadikan lebih dekat dengan alam.




Spot yang akan dilihat kali ini berlokasi di taman soft coral. Ada beragam terumbu karang dengan warna warni yang indah bisa dilihat disini. Jangan khawatir, panitia sudah menyiapkan underwater camera untuk peserta yang akan foto menyelam bersama coral cantik itu. Dan memang terumbu karang yang ada disini benar-benar cantik....






Photo session selesai, snorkeling selesai, nah...waktunya beristirahat sejenak. Tak terasa keseruan di air laut ini menghabiskan waktu hingga 3 jam. Sudah hampir jam 4 sore, pantas rasanya perut sudah lapar lagi.. Kapal pun diarahkan langsung ke "Nusa Floating Resto" untuk ngopi sore dan makan lagi (ini sudah termasuk dalam paket)


Menikmati sore hari dengan nuansa romantis, di tengah deburan ombak, diiringi alunan musik penuh cinta. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menyatakan rasa cinta, atau untuk mengulang ikrar yang telah dibuat sebelumnya. Ambience of love memenuhi ruangan dan hujan pun menambah romantisnya suasana di tengah laut lepas.


Usai makan kami kembali ke homestay. Eiiits...jangan khawatir, malam masih panjang. Dan malam ini akan menjadi petualangan romantis anda semua. Panitia telah menyiapkan karaoke di lokasi homestay. So.... anda bisa mengajak pasangan untuk berdansa bersama dibawah hamparan bintang atau mencoba untuk mengenal lebih jauh seseorang yang kini ada di sebelah anda dengan mengajaknya bernyanyi bersama.


Malam semakin larut, namun waktu rasanya bagai berhenti saat hati sedang berlimpah rasa suka cita. Walau begitu, tentu perut tidak bisa berbohong untuk minta sedikit bagian dari perayaan malam ini bukan? Well... panitia cukup tanggap dengan menyiapkan BarBeQue yang telah siap tersaji untuk dinikmati bersama. Pilihan ikan bakar dengan bumbu kecap yang lezat siap untuk disantap. Apalagi sambil menyanyi bergantian antar peserta, tentunya suasana menjadi semakin akrab.


Acara malam ini akan berakhir pada tengah malam, waktunya untuk beristirahat. Perut kenyang, hati senang, dan cerita indah pun hadir mengakhiri malam. Saya merasakan banyak rasa cinta bertebaran di malam yang penuh romantisme ini.. Cinta memang menghanyutkan, hihihi....

So happy dengan pengalaman kali ini. Walaupun pulau Pramuka sudah pernah saya kunjungi sebelumnya, namun disini ada cerita baru yang tumbuh, ada keakraban indah yang semakin erat. Sepertinya saya menemukan keluarga  baru, dan kalian semua luar biasa... See you next trip guys..



For more info about island trip please check my instagram account @dindrayanti or contact via whatsapp on 082299460022... enjoy exploring Indonesia guys...


New Year at Pulau Tidung



Malam tahun baru di Jakarta.... hmmm... terbayang sudah kemacetan dan riuh suara terompet berkumandang. Dari tahun ke tahun kota ini hanya memberikan pengulangan acara.

Kali ini saya mencari sesuatu yang agak berbeda. Ingin rasanya berada di suasana yang lain namun jauh dari hiruk pikuk yang padat. Dan penawaran untuk menghabiskan malam pergantian tahun di pulau menjadi pilihan yang menarik untuk dicoba.



Setelah berdiskusi, kami sekeluarga pun sepakat untuk berangkat. Ada 12 orang dalam grup ini. Berangkat dari dermaga Kaliadem Muara Angke jam 7 pagi, sempat terhalang karena jalanan menuju dermaga yang banjir akibat hujan deras semalaman. Tujuan perjalanan ke Pulau Tidung yang memakan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.



Sesampainya di pulau, kami disambut dengan welcome drink es kelapa muda di homestay. Sambil beristirahat sejenak dan mencari kamar masing-masing, anak-anak sudah pergi ke pinggir laut. Lokasi homestay kami tepat di pinggir laut, sehingga bila ingin berenang, tinggal turun melalui tangga yang langsung kearah laut.



Setelah makan siang, kami pun mulai mengeksplorasi pulau dengan bersepeda. Pulau Tidung terkenal dengan jembatan panjang yang menghubungkan pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Cinta.





Jembatan panjang berwarna biru ini membelah laut dan seringkali dijadikan objek foto, bahkan untuk foto pre wedding pun kerap menggunakan lokasi ini. Di salah satu titik tertingginya seringkali dijadikan ajang uji nyali untuk lompat langsung ke laut, tidak membahayakan karena kedalamannya cukup dan tidak terlalu jauh dari pantai.




Di Pulau Tidung Kecil inilah kami menemukan pantai berpasir putih dengan laut yang tenang. Senangnya bisa mengabadikan momen kebersamaan dengan keluarga di pantai berairan biru ini. 




Kembali ke pulau Tidung Besar sekitar jam 4 sore untuk main banana boat dan lainnya. Dari beberapa pulau di kepulauan Seribu, pulau Tidung memang terkenal untuk kegiatan watersportnya, sehingga cocok untuk destinasi wisata keluarga.


Setelah puas berbasah-basah, kami pun bergeser sedikit ke pinggir pantai, untuk mendapatkan sunset pertama. Hari ini cuaca cukup cerah, sehingga matahari pun tidak malu-malu menampakkan sinarnya.




Well, waktunya kembali ke homestay dan istirahat sejenak. Setelah makan malam nanti akan dilanjut dengan karaoke dan barbeque ikan bakar hingga melewati malam pergantian tahun. Goodnight 2015... Welcome 2016..


Masih banyak lagi cerita seputar kepulauan seribu dan pulau lainnya di nusantara ini guys.. Check my ig account @dyahindrayanti.. keep on exploring Indonesia..see you next trip

A day at the Museum Nasional, Jakarta


Selamat datang di Museum Nasional...

Perjalanan sehari mengelilingi Jakarta diawali dengan berkunjung ke Museum Nasional. Berlokasi di jalan Merdeka Barat, bangunan jaman kolonial yang berdiri di seberang tugu Monumen Nasional ini didirikan pada tahun 1862M, di masa pemerintahan Hindia Belanda. Dan melalui sejarah yang panjang hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Nasional pada 28 Mei 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia



Tampak depan Museum Nasional yang didalamnya terdapat benda-benda bersejarah peninggalan dari masa pendudukan bangsa Eropa di Indonesia, antara abad ke-16 Masehi hingga abad ke-19 M, masa Prasejarah pada abad ke-5 M serta koleksi Arkeologi meliputi benda-benda budaya hasil kegiatan manusia dari masa Hindu Buddha dan lebih dikenal dengan sebutan masa Klasik Indonesia.

Patung Gajah yang menjadi ikon utama dari Museum Nasional ini merupakan hadiah dari Raja Somdej Praparamintramaha Chulalongkorn, Raja Siam yang diberikan kepada pemerintahan kota Batavia sebagai kenang-kenangan atas kunjungan beliau di bulan Maret 1871M


Di sepanjang jajaran pilar ini tampak banyak relief candi bahkan patung-patung yang ditemukan pada masa kejayaan Hindu sekitar abad 5M, dimana berkembang kebudayaan lokal yang dipengaruhi oleh kebudayaan India. Tampak banyak patung Shiva yang dipercaya sebagai Mahadewa, sebagai pengatur alam semesta (The Supreme God). Ada juga patung dari Parvati (istri Shiva) dalam beberapa bentuk dan wujudnya









Ada satu yang menarik saat menyusuri patung patung ini, ternyata salah satu namaku diambil dari nama istri dewa Siwa ini, Parvati.. Hmm... no wonder sometimes I become more like Durga or Kali (OMG). Durga dan Kali adalah nama lain dari istri Shiva saat ia berubah wujud. Saat Parvati turun berperang ia akan berubah menjadi Durga, sedangkan saat ia marah maka wujudnya berubah menjadi Kali.



Selanjutnya ada Ganesha, yang merupakan anak dari Shiva dan Parvati. Yang melambangkan kebijakan, kearifan dan pengetahuan yang luas. Puas dengan menyusuri selasar museum, saya masuk ke dalam ruangan. Di dalam isinya lebih ke benda-benda bersejarah dari seluruh nusantara. Ada peninggalan dari Sumatera, ada totem dari Papua, senjata dari Aceh dan masih banyak lagi.



Terakhir setelah melihat kerajinan dan kesenian suku-suku di nusantara, di perjalanan ke pintu keluar saya melewati lagi satu prasasti, yang kita kenal dengan Prasasti Mulawarman, yang ditemukan di Kalimantan Timur, pada masa kerajaan Kutai Kartanegara.



Wow, tidak terasa waktu berjalan cukup cepat di museum ini. Menelusuri jejak masa lalu sangatlah menyenangkan. Indonesia ini sangat kaya, dan siapa lagi yang akan menjaga kekayaan yang telah diberikan oleh bumi pertiwi selain kita, Warga Negara Indonesia. Kita pelihara yuk budaya negeri ini. We are civilized people, aren't we? See you next trip guys...



Ikutin terus tour museum dan sejarah di blog ini. Nantikan posting berikutnya ya. For more pictures about my journey, please kindly follow my instagram account @dindrayanti




Diberdayakan oleh Blogger.

viewers

Recent

Comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *